What's On
Analisadaily.com - 26 Apr 2014

OJK Kembangkan Asuransi Mikro Syariah

Asuransi Mikro syariah

Otoritas Jasa Keuangan tengah mengembangkan asuransi mikro syariah sebagai bagian dari program pengembangan asuransi mikro yang dicanangkan OJK pada Oktober 2013.

Dalam siaran pers OJK Jumat disebutkan, pengembangan asuransi mikro merupakan bagian dari program financial inclusion atau keuangan inklusif dan asuransi mikro syariah ini diselenggarakan dengan prinsip syariah yang dapat dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

Masyarakat berpenghasilan rendah juga memerlukan perlindungan atas risiko keuangan yang dihadapi sebagai akibat dari suatu musibah, semisal kecelakaan diri, sakit, dan bencana alam. Salah satu perusahaan asuransi yang memiliki jenis perlindungan tersebut adalah mtwi.co.id.

Bahkan masyarakat ini relatif lebih rentan terhadap dampak yang diakibatkan oleh musibah tersebut, karena pada umumnya mereka tidak memiliki cukup dana untuk menghadapi kejadian atau musibah yang tak terduga.

Disebutkan dengan mempertimbangkan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, pengembangan asuransi mikro syariah diharapkan dapat menjadi tumpuan untuk mewujudkan keuangan inklusif pada sektor asuransi.

Beberapa perusahaan asuransi yang terbaik di indonesia sebenarnya sudah memiliki produk asuransi syariah dengan premi atau kontribusi yang relatif kecil. Namun, jumlah dan jenis produk asuransi syariah mikro dimaksud masih sangat terbatas.

Selain itu, pemasaran produk asuransi syariah juga menghadapi berbagai kendala seperti saluran distribusi yang belum mampu menjangkau sebagian besar masyarakat berpenghasilan rendah dan tingkat pemahaman (literasi) masyarakat atas asuransi syariah yang masih rendah.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, OJK menetapkan program pengembangan asuransi mikro syariah sebagai salah satu prioritas pada tahun 2014.

Dalam program pengembangan asuransi mikro syariah, OJK bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan utama untuk menyediakan produk asuransi mikro syariah dengan premi terjangkau dan manfaat yang optimal, mendistribusikannya secara efisien, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta menyiapkan peraturan pendukung yang diperlukan.