What's On
Malacca Trust - 17 Nov 2016

Asuransi Perjalanan: Syarat dan Cara Mengurus Visa Schengen

Asuransi perjalanan visa schengen

Siapa sih yang tak mau berkunjung ke "benua biru"? Pastinya semua orang menginginkan hal tersebut. Namun, perlu diketahui bahwa bepergian ke luar negeri tepatnya ke benua Eropa Anda harus melewati serangkaian persyaratan-persyaratan. Salah satu contohnya adalah pembuatan Visa Schengen.

Visa Schengen atau Visa Eropa adalah jenis visa untuk kunjungan singkat kebeberapa negara anggota Schengen Area, yaitu sebagian besarnya adalah Negara Uni Eropa seperti Islandia, Hungaria, Latvia, Republik Ceko, Austria, Malta, Polandia, Portugal, Slovenia, Norwegia, Luxembourg, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, Belanda, Finlandia, Lichtenstein, Estonia, Jerman, Belgia, Slovakia, Spanyol, Yunani, dan Denmark. Dengan begitu, apabila Anda memiliki visa ini, Anda akan bebas blusukan ke negara-negara yang termasuk kelompok Schengen. Visa Schengen juga merupakan syarat untuk mendapatkan Asuransi Perjalanan.

Untuk cara membuat Visa Schengen bisa dilakukan sendiri dengan cara mengunjungi kedutaan negara-negara yang masuk dalam kelompok Schengen. Namun cara yang paling mudah untuk pembuatan Visa Schengen Eropa sendiri biasanya dilakukan di kedutaan besar Belanda. Entah kenapa, kebanyakan orang dengan mudah mendapatkan Visa Schengen di sana.

Untuk pengajuan pembuatan Visa Schangen itu sendiri Anda harus mendatangi kedutaan 2 minggu sebelum keberangkatan dan hasil keputusan disetujui atau ditolaknya visa akan keluar dalam dua hari kerja setelah dokumen – dokumen yang diperlukan diberikan ke kedutaan.

Perlu Anda ketahui juga Visa Schengen ini memiliki 2 jenis tipe dengan fungsi yang berbeda yaitu Single Entry dan Multiple Entry. Visa Single Entry adalah jenis visa yang hanya dapat digunakan sekali saja untuk masuk ke wilayah Schengen dalam kurun waktu tertentu. Apabila Anda sudah keluar dari wilayah Schengen dan kemudian ingin kembali lagi. Maka Anda harus mengajukan permohonan kembali. Sedangkan jenis Visa Multiple Entry adalah jenis visa  yang dapat digunakan untuk beberapa kali masuk ke wilayah Schengen dalam kurun waktu tertentu.

Sebagai persyaratan untuk memenuhi pembuatan Visa Schengen, Anda harus memiliki Asuransi Perjalanan serta beberapa dokumen berikut ini:

1. Formulir Permohonan Visa Schengen

Untuk mendapatkan formulir permohonan pembuatan Visa Schengen, Anda dapat mengambilnya disetiap loket kedutaan negara, Anda dapat mengambilnya pada jam-jam kantor pukul 08.30  WIB s/d16.00 WIB atau bisa juga dengan cara mendownload formulir disetiap website kedutaan besar. Dan perlu diingat! Jika mungkin, mengisinya menggunakan huruf kapital dengan jelas dan ditandatangani oleh pemohon.

2. Pas Foto

Siapkan dua pas foto berwarna terbaru dengan ukuran 3,5 cm x 4,5 cm dan berlatar putih. Tidak memakai penutup kepala, telinga harus terlihat dengan proporsi seluruh wajah 70% s/d 80% dari batas foto. FYI, bagi Anda yang tidak ingin ribet, Anda bisa membuat pass foto tersebut di kedutaan, tetapi demi kelancaran proses pembuatan Visa Schengen, diharapkan agar Anda menyiapkannya di rumah. Dan perlu diingat foto tersebut jangan ditempel terlebih dahulu.

3. Paspor

Siapkan paspor asli dan fotokopi semua yang ada stempelnya dengan paling sedikit berlaku selama 90 hari (3 bulan) setelah validitas visa yang diminta dengan sedikitnya 2 halaman visa kosong, di mana hal ini untuk menempelkan stiker visa.

4. Asuransi perjalanan

Persyaratan yang sangat penting dan tak boleh terlewatkan untuk mendapatkan Visa Schengen adalah asuransi perjalanan. Apabila Anda datang ke kedutaan besar negara terkait tanpa memiliki asuransi perjalanan, pastinya Anda diminta pulang terlebih dahulu untuk membeli asuransi perjalanan ke luar negeri. Untuk membelinya, jangan sembarang beli. Batas minimal pertanggungannya harus 30 Ribu Euro atau US$ 50 Ribu. Dan jangan lupa untuk polis asuransi perjalananya harus selalu dibawa selama di eropa nanti beserta fotokopi detail daftar pertanggungan asuransi perjalanan yang Anda gunakan.

5. Bukti Keuangan

Persyaratan lainnya adalah bukti keuangan, di mana bukti ini berupa rekening koran dengan jangka waktu selama 3 bulan terakhir. Anda dapat mencetaknya dan kemudian dilegalisir oleh pihak bank terkait. Hal ini didasarkan untuk menanggung biaya yang diperlukan serta bukti keadaan keuangan pemohon. Untuk selama ini tidak pernah disebutkan secara pasti oleh pihak kedutaan seberapa besar jumlah saldo minimun.

asuransi perjalanan

6. Bukti Reservasi Tiket Pesawat

Dalam melakukan perjalanan tentunya Anda memerlukan tiket. Nah, reservasi tiket pesawat ini merupakan salah satu syarat untuk mengajukan visa schengen dalam bentuk lampiran. Di mana reservasi tiket pesawat ini harus sesuai dengan jadwal pulang-pergi. Perlu Anda ingat! Lakukanlah reservasi tiket pesawat pada travel agen, tetapi jangan dibayar terlebih dulu, kenapa? Apabila Visa Schengen Anda sudah disetujui dan keluar, baru Anda membayar tiket tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kerugian pada kantong Anda.

7. Bukti Pemesanan Penginapan

Syarat selanjutnya dalam pembuatan Visa Schengen adalah bukti pemesanan penginapan, carilah penginapan via online yang mana pesanan tersebut bisa kita batalkan, karena hal ini untuk mengantisipasi Visa Schengen Anda tidak keluar, dengan begitu, pesanan penginapan bisa dibatalkan dengan tanpa ada kata rugi. Selain bukti pemesanan penginapan, apabila Anda selama di eropa akan menginap atau tinggal sementara di rumah saudara atau teman, Anda perlu melampirkan bukti kepemilikan atau kontrak tempat tinggal, surat keterangan asli dari Walikota setempat, surat pernyataan dari pengundang yang mana isinya menceritakan seberapa lama Anda akan tinggal di rumahnya dengan mencantumkan mulai dari tanggal berapa sampai dengan tanggal berapa, surat jaminan kembali ke Indonesia dan fotokopi KTP serta bukti pembayaran pajak pengundang.

8. Surat Keterangan Kerja

Surat keterangan kerja merupakan persyaratan penting bagi Anda yang berprofesi sebagai karyawan. Di mana surat tersebut dijadikan sebagai syarat pembuatan Visa Schengen dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki pekerjaan tetap di Indonesia, sehingga tidak akan melarikan diri ke negara terkait untuk mencari kerja atau mejadi imigran gelap.

Jika Anda berprofesi sebagai pengusaha/profesional, maka Anda perlu melampirkan SIUP atau surat izin profesi sesuai bidang Anda. Contoh, jika Anda berprofesi sebagai dokter maka perlu melampirkan surat izin praktik sebagai dokter.

Untuk Anda yang berstatus sebagai ibu rumah tangga, maka Anda perlu melampirkan surat keterangan kerja dari perusahaan suami bekerja atau menyertakan SIUP jika suami Anda pengusaha. Di dalam isi surat tersebut perlu Anda jelaskan bahwa Anda adalah seorang ibu rumah tangga dari suami yang bekerja di perusahaan tersebut atau istri dari suami yang memiliki perusahaan tersebut. Dan jelaskan pula tujuan Anda ke negara tujuan hanya untuk berlibur bukan untuk mencari pekerjaan atau sebagai imigran gelap.

Untuk Anda yang berprofesi sebagai pelajar maka Anda perlu melampirkan surat keterangan dari kampus atau sekolah.

9. Itinerary (Rencana Perjalanan)

Syarat ini perlu Anda lampirkan juga, karena untuk menunjukkan kemana saja negara yang akan Anda kunjungi, kota mana saja yang bakal Anda kunjungi, dari tanggal berapa sampai tanggal berapa Anda akan lama di negara apa, dan seterusnya. Intinya tulislah rencana perjalan dengan sedetail mungkin.

Selain persyaratan di atas Anda juga perlu membawa uang yang nantinya uang tersebut dapat dipakai untuk biaya pembuatan Visa Schengen. Nah, berapa besar biayanya? Besar biaya pembutan Visa Schengen sendiri berkisaran di IDR 950.000 atau EUR 60. Untuk itu persiapkanlah diri Anda dan segala dokumen dengan lengkap dan yang paling terpenting adalah memiliki asuransi perjalanan, jika Anda belum memilikinya makan daftarkanlah segera diri Anda demi proses pembuatan Visa Schengen tersebut berjalan dengan lancar.